Balada Daster

Beberapa hari yang lalu, putri kedua saya, Kayla, tiba-tiba melarang saya memakai daster, baju favorit sebagian kaum perempuan. “Ina pakai ini aja,” kata Kayla sambil nyodorin kaos. “Nggak ah, pakai ini aja, enak,” tolak saya. “Ina nggak boleh pakai daster,” Kayla tetap memaksa saya memakai kaos  yang dibawanya.

Never Ending Job

Perasaan nih, baru dibersihin, disapu-sapu, trus kalau masih ada tenaga dipel pakai pewangi biar harum, eh ngak sampai 15 menit, Kayla dengan asyiknya makan cemilan dan remah-remahnya pun berantakan di lantai. Ngak sampai disitu, ambil buku mewarnainya, rebahan di lantai, coret sana coret sini, diwarnai pakai krayon. Udah selesai, buku dan krayonnya ditinggalin begitu aja. […]

Mengakhiri Stress

- Makan nasi uduk Kebon Kacang – Minum es teh manis (tehnya bukan teh celup) – Baca buku – Nonton (bioskop atau DVD — bajakan pula :D) – Pijat plus (plus facial, creambath, meni pedi) (khayalan orang ngak punya duit)